Aku mencintaimu, namun kau tidak. Itu fakta yang harus kuterima. Aku tersenyum walau ku harus tau, bahwa sebenarnya aku ingin sekali menangisi kepergianmu. Namun seiringnya waktu, aku tersadar bahwa aku sudah tak mencintainya lagi. Senyum pun mengembang di wajahku sekarang karena seluruh hatiku yang kau rebut dulu kini telah kau kembalikan. Tapi, seseorang yang lain datang kepadaku. Aku yang telah bebas dari genggaman cinta, membuka pintuku terlalu lebar dan membuat seseorang yang lain memasuki ruang hatiku. Aku senang, kukira kau juga memiliki perasaan yang sama terhadapku. Kau selalu tau bagaimana caranya membuatku tertawa, membuatku tenang dan membuatku sadar betapa aku mencintai senyummu untukku. Tapi Tuhan tau, apa yang sebenarnya ada di dalam hati laki-laki tersebut. Tuhan menunjukkannya, tiba-tiba laki-laki itu berkata bahwa dia mencintai yang lainnya. Hatiku yang sudah tertata rapi kembali porah-poranda. Tuhan, kenapa aku masuk kembali kelubang yang sama untuk kedua kalinya? Itu yang selalu aku tanyakan setiap kali aku berdoa setiap malam. Tuhan, tapi aku tak akan pernah menyesal pernah mencintainya Aku malah bersyukur aku pernah mencintainya, karena MENCINTAI SESEORANG ITU SEBUAH ANUGERAH YANG TUHAN BERIKAN. Walau sakit, aku tetap senang. Setidaknya saat ini aku bisa melihatnya tersenyum bahagia bersama yang lain. Tuhan, izinkan aku untuk melupakan cintanya itu. Ini adalah sebagian perjalanan cinta yang begitu pelik. dan aku tau, perjalanan cinta ini belum berakhir :')
Langganan:
Posting Komentar (Atom)









0 komentar:
Posting Komentar