SMPN 26 Tandes Surabaya kini serius mematangkan persiapan menuju rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI). Untuk pelatihan para guru, sekolah ini menggandeng Unesa.
Selain persiapan fisik bangunan dan peralatan yang diperlukan, tenaga pendidik juga menjadi syarat untuk ditingkatkan kualitasnya jika ingin menjadi RSBI. Hal ini yang tengah dilakukan oleh SMPN 26.
Untuk meningkatkan kualitas para guru tersebut, SMPN 26 Tandes menggandeng Unesa. Mereka mendapat pelatihan tentang pembelajaran MIPA, IT dan bahasa Inggris.
"Kerjasama ini kami perlukan karena materi pelajaran di RSBI nantinya akan disampaikan dengan bahasa Inggris," kata Titik Sudarti, Kepala SMPN 26 Surabaya.
Karena materi harus diberikan dengan bahasa internasional itu maka sudah wajib bagi para guru untuk menguasainya. Agar bisa dengan mudah dimengerti oleh siswa.
Saat ini menurut Titik, sudah ada 5 kelas di SMPN 26 yang siap di RSBI kan.Masing masing kelas VII A, B, dan C serta kelas VIII A dan B.
Selain pelatihan terkait tenaga guru untuk memahami metode pengajaran dengan bahasa Inggris, Dinas Pendidikan juga memberikan pelatihan tentang manajemen.
Pelatihan manajemen RSBI ini tak kalah pentingnya, karena akan memberikan pengetahuan kepada kepala sekolah dan guru tentang pengelolaan RSBI.
Dengan pelatihan ini maka RSBI akan bisa dikelola secara baik dan benar sehingga tak menyalahi aturan yang dikeluarkan oleh Kementrian Pendidikan Nasional. Sumber : www.surabayakita.com
Gandeng Unesa, SMPN 26 Siap Menjadi RSBI
200 Anak Ikuti Mini Children’s Conference on Biodiversity di Kantin Apung SMP Negeri 26
Pada konferensi ini ada empat tema pembahasan, yaitu peta lingkungan hidup, keanekaragaman hayati sekitar, ancaman keanakeragaman hayati dan pemantauan kualitas air. Konferensi yang diselenggarakan SMP Negeri 26 Surabaya bersama Tunas Hijau ini diikuti oleh 200 siswa dari beberapa SD dan SMP di wilayah Surabaya Barat. Sekolah-sekolah itu adalah SDN Balongsari I, SDN Kandangan I, SDN tandes Lor, SDN Banjar Sugihan I, SDN Banjar Sugihan II, SDN Banjar Sugihan III, SDN Sememi I, SDN Babat Jerawat I, SDN Manukan Kulon, SDN Manukan Wetan I dan SD Khadijah 3. Sedangkan dari SMP adalah SMP Negeri 14, SMP Negeri 20, SMP Negeri 25, SMP Negeri 26 dan SMP Negeri 47.
Pada kelompok Water Monitoring, para peserta diberikan penjelasan oleh aktivis senior Tunas Hijau Bram Azzaino tentang pentingnya menjaga air yang ada di sekitar kita. Air tidak hanya milik manusia tapi milik seluruh makhluk hidup, karena manusia merupakan bagian dari keanekaragaman hayati yang ada di bumi. “Lalu bagaimana kita harus bisa menjaganya?” tanya Bram Azzaino. “Nah, sebelum kalian jawab, ayo kita lihat dulu kualitas air yang ada di sekitar kita, sehingga kita tahu nantinya harus berbuat apa,” ajak Bram Azzaino.
Kualitas air dilihat dari beberapa parameter yang diukur, yakni kekeruhan, pH atau keasaman, oksigen terlarut (DO) dan suhu air. Dijelaskan lebih lanjut oleh Bram Azzaino, bahwa kebanyakan makhluk hidup hanya dapat bertahan dengan pH kisaran 6,5 - 8. Bila pH lingkungan di luar kisaran tersebut, hanya ada dua pilihan bagi makhluk hidup itu, yaitu pindah ke daerah dengan kondisi yang sesusai atau mati di tempat. Dengan contoh kasus pencemaran badan air, mungkin mudah bagi fauna air untuk pindah ke tempat yang lebih baik dengan mengikuti aliran air. Tapi tidak mungkin bagi flora karena mereka tidak punya kaki atau sirip untuk pindah tempat.
Keriangan peserta konferensi dan para siswa SMPN 26 Surabaya yang menjadi fasilitator tampak ketika mereka mulai meneliti sampel air kolam yang berada di bawah kantin apung SMP Negeri 26 Surabaya, yang menjadi tempat berlangsungnya konferensi. Terlebih ketika mereka mengaduk-aduk lumpur dari kolam dan menampungnya menggunakan cawan petri dan kaca pembesar/lup untuk mencari berbagai jenis hewan kecil (makroinvertebrata) yang menjadi indikator kualitas air.
Pada sesi siang harinya, ada sedikit kendala dari alam yang menghadang para peserta untuk melakukan observasi diluar seperti pada sesi pagi harinya. Tapi tidak menurunkan niat dari para peserta untuk melakukan pengamatan keanekaragaman hayati di sekitar kantin apung tempat mereka berkumpul sebelumnya. Di tempat ini para peserta mengamati apapun yang terlihat. Hamzen, siswa SMP Negeri 14 Surabaya, layaknya seorang nahkoda kapal mengamati isi dari kolam yang terkena tetesan air hujan. Tak luput binatang kecil seperti nyamuk dan laba-laba mereka amati karena di tempat ini masih banyak sekali tumbuhan liar yng memungkinkan banyak binatang kecil yang tinggal.
Hujan yang datang begitu deras sempat mengakibatkan aktivitas dihentikan, karena kondisi yang tidak memungkinkan. Narendra, salah satu aktivis dari Tunas Hijau, mengganti observasi menjadi sebuah permainan. Tidak jauh-jauh dari materi yang didalami, kali ini para peserta diajak bermain mengenai gerak-gerik biodiversity, khususnya hewan. Permainan yang mengundang tawa dan kecermatan dalam mempraktekkan gerakan seasli mungkin ini mengakibatkan banyak penghuni kantin yang ikut menyaksikan.
Di sudut lain, terlihat 24 siswa peserta Mini Children Conference on Biodiversity (MCCB) kelompok 3 tengah berkumpul di depan gerbang SMPN 26 Surabaya. Mereka tengah mempersiapkan lembar kerja yang diberikan oleh fasilitator lingkungan hidup SMP Negeri 26 Surabaya, yang notabene adalah siswa tim lingkungan hidup SMP Negeri 26. “Silahkan melakukan pengamatan dan jangan lupa tulis hasil pengamatan di tabel yang telah disediakan,” ucap Dinda. 45 menit adalah lamanya waktu yang diberikan untuk pengamatan ini.
Alma Melinda, peserta MCCB mengungkapkan bahwa jenis satwa yang mendominasi di sekolah ini adalah kupu-kupu, lebah dan belalang. “Tetapi kupu-kupunya gak sebanyak lebah yang mudah dijumpai disini,” tambah Alma Melinda. Walaupun terik panas terasa di kulit, semangat peserta MCCB tetap tinggi. Hasbi, siswa SD Khatidjah 3 Surabaya, mengungkapkan dirinya sangat senang mengikuti konferensi ini karena mendapatkan pengetahuan baru. Hasbi juga mengaku menjadi semakin peduli pada lingkungan hidup.
Menjelang akhir pertemuan, peserta MCCB berkomitmen untuk menyelamatkan keanekaragaman hayati untuk masa depan. “Salah satu caranya dengan memperbanyak menanam pohon,” ungkap Nyimas Salsabila, siswa SMP Negeri 26 Surabaya, yang pada Oktober 2010 mewakili Indonesia pada International Children’s Conference on Biodiversity. Diakhir sesi, siswi SDN Kandangan I Akmal Melinda dan siswi SMPN 14 Surabaya Lintang dinobatkan menjadi peserta terbaik pada kelompok keanekaragaman hayati sekitar.
Pada kelompok ancaman terhadap keanekaragaman hayati diawali penyebab punahnya keanekaragaman hayati. Diantara ancaman yang dikemukakan oleh peserta dari kelompok ini adalah sampah yang tersumbat di sungai yang menyebabkan pencemaran air hingga berkurangnya keanekaragaman hayati di sungai itu. Polusi udara juga menjadi salah satu ancaman bagi keanekaragaman hayati. “Kebakaran hutan dan beralihnya fungsi hutan menjadi salah juga merupakan ancaman penurunan keanekaragaman hayati,” ungkap aktivis Tunas Hijau Anggriyan Permana mengulangi pendapat anggota kelompoknya.
Setelah diskusi, seluruh peserta kelompok ancaman keanekaragaman hayati melakukan survei kepada masyarakat yang tinggal di sekitar sekolah. Survei itu untuk mengetahui perilaku masyarakat yang berdampak pada penurunan tingkat keanekaragaman hayati. Diantara pertanyaan yang disampaikan adalah kebiasaan membuang sampah masyarakat sekitar, tanggapan tentang kondisi sungai di sekitar, penyebab kotornya sungai sekitar dan solusi untuk perbaikan lingkungan hidup. Eco Mobile Coca-Cola turut mendukung mendukung konferensi ini. Sumber : www.tunashijau.org
Keanekaragaman hayati
Keanekaragaman hayati atau biodiversitas (Bahasa Inggris: biodiversity) adalah suatu istilah pembahasan yang mencakup semua bentuk kehidupan, yang secara ilmiah dapat dikelompokkan menurut skala organisasi biologisnya, yaitu mencakup gen, spesies tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme serta ekosistem dan proses-proses ekologi dimana bentuk kehidupan ini merupakan bagiannya. Dapat juga diartikan sebagai kondisi keanekaragaman bentuk kehidupan dalam ekosistem atau bioma tertentu. Keanekaragaman hayati seringkali digunakan sebagai ukuran kesehatan sistem biologis.
Keanekaragaman hayati tidak terdistribusi secara merata di bumi; wilayah tropis memiliki keanekaragaman hayati yang lebih kaya, dan jumlah keanekaragaman hayati terus menurun jika semakin jauh dari ekuator.
Keanekaragaman hayati yang ditemukan di bumi adalah hasil dari miliaran tahun proses evolusi. Asal muasal kehidupan belum diketahui secara pasti dalam sains. Hingga sekitar 600 juta tahun yang lalu, kehidupan di bumi hanya berupa archaea, bakteri, protozoa, dan organisme uniseluler lainnya sebelum organisme multiseluler muncul dan menyebabkan ledakan keanekaragaman hayati yang begitu cepat, namun secara periodik dan eventual juga terjadi kepunahan secara besar-besaran akibat aktivitas bumi, iklim, dan luar angkasa.
Sehari 20 Batang, 'Harry Potter' Perokok Berat

London Bintang Harry Potter, Daniel Radcliffe ternyata perokok berat. Di lokasi syuting Harry Potter, aktor 18 tahun itu bisa menghabiskan 20 batang rokok dalam sehari.
Gara-gara perilakunya itu, Daniel kini dijuluki Harry Puffer. Semua kru dan pendukung seri terbaru film Harry Potter, 'Deathly Hallows' memanggilnya dengan panggilan tersebut.
Tak mau temannya terkena penyakit, Rupert Grint pemeran Ron dalam Harry Potter memperingatkan Daniel. Rupert sangat khawatir apalagi usia sahabatnya itu belum mencapai 20 tahun.
"Tapi sepertinya dia tidak peduli," ujar seorang sumber pada The Sun, seperti detikhot kutip Selasa (18/3/2008).
Kabarnya produser film Harry Potter sangat khawatir dengan kelakukan Daniel tersebut. Bukan hanya takut si Harry Potter itu sakit, sang produser tak mau imej tokoh penyihir remaja itu rusak.
Daniel mulai merokok gara-gara ia harus melakoni sebuah adegan sulit. Seharusnya adegan tersebut dilakukan pemeran pengganti. Namun saat itu sang pemeran pengganti absen.
Ngaku Jauhi Narkoba, 'Harry Potter' Hisap Ganja
London Pemeran Harry Potter Daniel Radcliffe pernah mengaku dirinya tak tertarik pada narkoba. Namun baru-baru ini, Daniel kedapatan menghisap ganja di sebuah pesta.
Seperti dilaporkan Mirror, detikhot kutip Jumat (13/11/2009), Daniel menikmati ganja saat ia menghadiri sebuah pesta di London. "Aku suka ganja," begitu katanya.
Menurut seorang tamu di pesta itu, Wadia Tazi, aktor 20 tahun tersebut tampak sangat menikmati aktivitas barunya itu. Wadia menduga, Daniel benar-benar sudah lepas kendali.
"Dia sepertinya tidak tahu apa yang terjadi," ujar Wadia.
Begitu tidak terkendalinya, Daniel pun rela-rela saja wajahnya dicorat-coret oleh tamu-tamu lainnya. "Dia malah tertawa-tawa," tutur Wadia lagi.
Sebelumnya pada 2008 lalu, Daniel pernah mengklaim dirinya tak tertarik pada narkoba. Ia merasa dirinya sudah dikelilingi orang-orang yang luar biasa sehingga tidak membutuhkan obat-obatan terlarang.
Daniel Radcliffe Rambah Dunia Politik

London Aktor Daniel Radcliffe mulai meramah dunia politik. Bintang film serial 'Harry Potter' itu menunjukan dukungannya pada partai Demokrat Liberal di Inggris.
"Saya akan memilih Liberal Democrats, tanpa bayang-bayang keraguan. Nick Clegg (ketua partai .red) menelepon saya dan kami punya pembicaraan yang baik. Dia benar-benar terkesan," ujar Daniel dilansir Contactmusic, Senin (22/3/2010).
Kini Daniel sedang bersiap untuk membantu Nick berkampanye. Nick serius meminta kesediaan Daniel untuk membuat program kampanye dan sang bintang sangat senang karenanya.
Nick pun berharap kerjasama itu akan berlangsung lama. Dan sepertinya Daniel yang berkeberatan dengan hal tersebut.
"Daniel sangat serius dengan keterlibatannya dalam partai dan siap menyebutkan partai Liberal Democrats dalam wawancara penting," jelas sumber.
10 Selebriti Muda Terkaya di Dunia
Jakarta Para selebriti muda ini sudah menjadi jutawan sebelum menginjak umur 18 tahun. Mereka pun dinobatkan sebagai selebriti terkaya di dunia. Siapa saja mereka?
Berikut Daftar 10 Selebriti Terkaya di Dunia Versi Top10List:
1. Mary-Kate dan Ashley Olsen
Si kembar Olsen memulai karier mereka pada 1987 saat masih berumur 6 bulan dengan membintangi serial TV 'Full House'. Karier mereka semakin meroket setelah berakting di sejumlah film dan serial TV lainnya. Mary-Kate dan Ashley juga membuat clothing line dan menjual segala jenis merchandise. Meski kini sudah jarang berkiprah di dunia entertainment, kekayaan mereka masing-masing ditaksir mencapai US$ 150 juta atau sekitar Rp 1,41 triliun.
2. Daniel Radcliffe
Cowok asal Inggris ini mendadak terkenal di seluruh dunia setelah membintangi film 'Harry Potter'. Ia juga telah memenangi sejumlah penghargaan prestisius berkat kemampuan aktingnya. Daniel adalah salah satu remaja terkaya di Inggris dengan harta US$ 60 juta atau sekitar Rp 564 miliar.
3. Miley Cyrus
Dialah salah satu panutan dari gadis cilik di seluruh dunia saat ini. Lewat 'Hannah Montana', ia telah meraih kesuksesan yang sangat besar. Di usia 17 tahun, Miley memiliki pendapatan sebesar US$ 6 ribu per hari.
4. Emma Watson
Setelah film 'Harry Potter' sukses, Emma yang memerankan Hermione Granger praktis menjadi bintang. Pada 2009, gadis yang kini berusia 20 tahun itu telah memiliki pendapatan sebesar US$ 30 juta. Selain berakting, Emma juga menjadi model Chanel dan Burberry. Kekayaannya saat ini ditaksir mencapai US$ 50 juta atau sekitar Rp 470 miliar.
5. Rihanna
Penyanyi bernama lengkap Robyn Rihanna Fenty ini sangat sukses di karier musiknya lewat single 'Umbrella' yang meledak di pasaran. Penyanyi yang kini berusia 22 tahun itu telah menelurkan 5 album. Rihanna memiliki kekayaan mencapai US$ 25 juta atau sekitar Rp 235 miliar.
6. Dylan dan Cole Sprouse
Dua bersaudara ini memiliki kekayaan sekitar US$ 16 juta atau sekitar Rp 150 miliar. Mereka terkenal lewat perannya di acara Disney 'The Suite Life'. Selain itu Dylan dan Cole juga membuat clothing line yang membuat mereka semakin bergelimang uang.
7. Dakota Fanning
Dakota Fanning mendapatkan kepopuleran secara instan usai dirinya membintangi film 'I Am Sam'. Di umur 13 tahun, gadis berambut pirang itu telah membintangi 19 judul film. Maka tidak heran jika saat ini aktris kelahiran 23 Februari 1994 itu memiliki kekayaan sebesar US$ 15 juta atau Rp 141 miliar.
Tiga berikutnya: aktris Hillary Duff berada di urutan ke-8 dengan kekayaan sebesar US$ 12 juta atau sekitar Rp 113 miliar. Disusul kemudian bintang 'High School Musical', Vanessa Ann Hudgens yang memiliki kekayaan US$ 5 juta atau sekitar Rp 47 miliar. Bintang serial TV 'The O.C', Mischa Barton berada di posisi terakhir dengan kekayaan US$ 3 juta atau sekitar Rp 28 miliar.








